PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PROYEK TATOS (TAMAN TUMBUHAN OBAT SEKOLAH): STUDI KASUS TENTANG PENANAMAN NILAI PEDULI LINGKUNGAN DAN KERJA SAMA DI MI DAARUL IKHWAN JAKARTA TIMUR
Keywords:
pendidikan karakter, proyek TATOS, peduli lingkunganAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara harapan pemerintah dalam penguatan pendidikan karakter melalui berbagai regulasi seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018, dengan realitas di lapangan yang menunjukkan bahwa sekolah dasar belum sepenuhnya menjadi tempat pendidikan karakter peduli lingkungan yang optimal. Rendahnya kesadaran lingkungan peserta didik, kurangnya kerjasama antara orang tua dan guru, serta minimnya contoh nyata dari lingkungan sekitar menjadi kendala utama dalam implementasi pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi proyek TATOS (Taman Tumbuhan Obat Sekolah) sebagai media pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai peduli lingkungan dan kerja sama pada siswa kelas IV di MI Daarul Ikhwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, meliputi koordinator lapangan, anggota kelompok pelaksana proyek, guru kelas IV, dan siswa yang terlibat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek TATOS yang berlangsung selama delapan minggu berhasil menanamkan nilai karakter peduli lingkungan melalui kegiatan merawat tanaman, menjaga kebersihan area taman, dan memahami manfaat tanaman obat. Nilai kerja sama dan tanggung jawab berkembang melalui pembagian tugas yang terstruktur antar anggota kelompok serta komitmen dalam perawatan tanaman secara berkelanjutan. Kreativitas juga berkembang melalui pembuatan media edukasi seperti papan nama tanaman, banner, dan poster. Hambatan yang dihadapi meliputi tanaman mati akibat cuaca panas, kesulitan mengumpulkan anggota kelompok, dan keterbatasan alat, yang berhasil diatasi dengan solusi praktis seperti penambahan mulsa, peningkatan frekuensi penyiraman, pembagian tugas fleksibel, serta pemanfaatan fasilitas sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proyek TATOS efektif sebagai media pendidikan karakter berbasis lingkungan yang memberikan pengalaman belajar bermakna dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama secara berkelanjutan. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan di satuan pendidikan lain sebagai upaya konkret penguatan pendidikan karakter sesuai amanat regulasi yang berlaku.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License




















