UPAYA BEBAS SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES FERMENTASI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PANGAN TANPA MEMBUKA LAHAN BARU
Keywords:
bebas sampah organik, fermentasi sampah organik, peningkatan kualitas panganAbstract
Latar belakang dari penelitian ini adalah semakin tidak terkendalinya limbah organik di lingkungan masyarakat Indonesia bahkan dunia, baik sampah organik dari hasil rumah tangga, pasar tradisional/modern, hotel, pabrik, dan sebagainya. Semua diserahkan kepada petugas kebersihan yang dibawa ke tempat pembuangan sementara lalu ke tempat pembuangan sampah akhir. Sementara lahan pembuangan sampah sudah sangat padat akibat tidak ada proses lanjutan yang signifikan setelah ditumpuk menjadi gunungan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengupayakan bebas sampah organik dari sumber penghasil sampah dengan proses fermentasi untuk peningkatan kualitas pangan tanpa membuka lahan baru. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana pendekatan penelitian ini untuk memahami fenomena sosial atau manusia secara mendalam dan holistik dengan instrument wawancara kepada para ahli, analisis dokumen cetak dan elektronik. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah upaya maksimal dengan proses fermentasi yang dilakukan oleh masing-masing individu untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilaknnya, menjadi upaya signifikan untuk peningkatan kualitas pangan tanpa membuka lahan baru. Dengan proses fermentasi sampah organik secara mandiri, volume sampah bertahap berkurang dan tidak ada sampah organik yang dibuang lagi. Hasil dari proses fermentasi dapat dimanfaatkan untuk mengilangkan bau, disinfektan, handsanitizer, foging, penguat kayu/bambu dan penyubur tanah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bebas sampah organik dapat diwujudkan dengan upaya maksimal secara mandiri dengan proses fermentasi dari sampah oragnik yang dihasilkan setiap harinya untuk meningkatkan kualitas pangan tanpa membuka lahan baru.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License




















