PANCASILA di ERA DIGITAL: Benteng Siber dan Rivalitas Global
Keywords:
Pancasila, Benteng Siber, Rivalitas GlobalAbstract
Eskalasi ancaman siber dan rivalitas geopolitik global telah menempatkan Indonesia pada posisi rentan, di mana teknologi tidak lagi netral melainkan menjadi instrumen infiltrasi ideologis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran Pancasila sebagai "sistem pertahanan nirmiliter" dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya ancaman terhadap kedaulatan data dan ideologi bangsa. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menyintesis data dari berbagai literatur ilmiah terkini mengenai keamanan siber dan ketahanan nasional. Temuan studi menunjukkan bahwa kerentanan Indonesia tidak hanya terletak pada aspek infrastruktur teknis—seperti insiden peretasan Pusat Data Nasional (PDN) dan celah keamanan jaringan 5G—tetapi juga pada aspek "human firewall". Pancasila terbukti relevan sebagai filter kognitif: Sila Persatuan berfungsi meredam polarisasi akibat disinformasi global, sementara Sila Keadilan menjadi basis etika dalam akses digital. Disimpulkan bahwa strategi keamanan nasional harus mengintegrasikan penguatan infrastruktur teknologi dengan internalisasi nilai Pancasila pada generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abdul Hafiz Atallah, Aura Catlleya Dewanti, Christian Welsy Manullang, Muhammad Daffa Athallah, Jeremi Asdianto Aritonang, Syurya Muhammad Nur (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License



















