PANCASILA di ERA DIGITAL: Benteng Siber dan Rivalitas Global

Authors

  • Abdul Hafiz Atallah Universitas Bakrie Author
  • Aura Catlleya Dewanti Universitas Bakrie Author
  • Christian Welsy Manullang Universitas Bakrie Author
  • Muhammad Daffa Athallah Universitas Bakrie Author
  • Jeremi Asdianto Aritonang Universitas Bakrie Author
  • Syurya Muhammad Nur Universitas Bakrie Author

Keywords:

Pancasila, Benteng Siber, Rivalitas Global

Abstract

Eskalasi ancaman siber dan rivalitas geopolitik global telah menempatkan Indonesia pada posisi rentan, di mana teknologi tidak lagi netral melainkan menjadi instrumen infiltrasi ideologis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran Pancasila sebagai "sistem pertahanan nirmiliter" dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya ancaman terhadap kedaulatan data dan ideologi bangsa. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menyintesis data dari berbagai literatur ilmiah terkini mengenai keamanan siber dan ketahanan nasional. Temuan studi menunjukkan bahwa kerentanan Indonesia tidak hanya terletak pada aspek infrastruktur teknis—seperti insiden peretasan Pusat Data Nasional (PDN) dan celah keamanan jaringan 5G—tetapi juga pada aspek "human firewall". Pancasila terbukti relevan sebagai filter kognitif: Sila Persatuan berfungsi meredam polarisasi akibat disinformasi global, sementara Sila Keadilan menjadi basis etika dalam akses digital. Disimpulkan bahwa strategi keamanan nasional harus mengintegrasikan penguatan infrastruktur teknologi dengan internalisasi nilai Pancasila pada generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Published

2025-11-27

Issue

Section

Artikel

How to Cite

PANCASILA di ERA DIGITAL: Benteng Siber dan Rivalitas Global. (2025). KOMUNIKASI, 1(1), 11-22. https://limas.or.id/index.php/lisan/article/view/21